Rabu, 09 Januari 2013

ROSARIO


Romo Semar
Si Gareng
Si Petruk
Si Bagong
:
:
:
:
Eee lae lae thole-thole…..!! Anak-anakku kabeh!...
Apa, ta Ma!
Iya… Romo kok ngaget-ngageti anggonku Doa Rosario…..!
We la dalah, saiki Oktober bulan Maria tho!  Ayo podho nyenyuwun marang Ibu Dewi Maria, supoyo awake dewe padha kaluarno saka sakabehe panggodho!!  Lan mugo-mugo kaparingono waspodo saka wong-wong kang kapetengan nalar lan aja padha keblithuk melu tumindak kang gawe rugining liyan…!!


Rosario (untaian mawar) adalah doa renungan bersama Bunda Maria tentang kehidupan Yesus, yang meliputi kontemplasi atas kisah-kisah dalam Injil.  Yang disebut-sebut dengan “misteri-misteri” Rosario adalah doa tradisional greja sampai sekarang masih terus terpelihara.
Awalnya doa “Salam Maria”, diucapkan sebagian saja (sampai kata: “………buah tubuhmu, Yesus) sekarang pun orang boleh berbuat demikian.
Secara tradisional ditetapkan bahwa dalam satu peristiwa Rosario doa “Salam Maria” harus diucapkan sebanyak 10 kali, dan bahwa doa itu menjadi lengkap bila ada lima peristiwa.  Namun, tidak ada larangan untuk merenungkan satu peristiwa.  Rosario dengan dengan sebaik-baiknya, daripada menyelesaikan pendarasan doa “Salam Maria”, sebanyak 50 kali tetapi dengan rasa jemu dan pikiran kosong.
Jumlah “Salam Maria” yang didaraskan dihitung pada tali Pater Noster (seuntai tali yang berkait- ikat / bermanik-manik, awalnya dipakai untuk menghitung doa Bapa Kami).  Rangkaian doa “Salam Maria” yang diucapkan 150 kali diberi nama kitab Mazmur Maria.  Lama-kelamaan 150 doa Salam Maria itu dibagi menjadi 3 bagian.  Rangkaian Salam Maria yang berjumlah 50 diberi nama Korona (mahkota).  Kata ini mengingatkan orang akan hiasan-hiasan bunga yang pada masa itu sering dipakaikan pada kepala patung-patung Maria.  Sejak abad XI, muncul kebiasaan memberikan salam kepada Bunda Maria bila melewati lukisan / patung Bunda Maria, dengan menyanyikan / mengucapkan Ave Maria (Salam Maria).
Bagian kedua doa “Salam Maria” (“Santa Maria, Bunda Allah….Amin”) menjadi doa resmi sejak Paus Pius V (tahun 1568) menerbitkan lusiklik Breviarium.
Namun, bagian kedua itu baru diterima umum pada abad XVII, dan sampai sekarang tidak diubah.
Pada tahun 1475, mulai bermunculan serikat-serikat yang mempopulerkan doa Rosario.  Dengan munculnya seni cetak, daftar 15 peristiwa yang ditetapkan sebagai landasan doa Rosario mulai dikenal secara luas.  Daftar tetap dari 15 peristiwa Rosario itu kiranya disusun di Spanyol, ditetapkan di negeri itu sejak tahun 1488.  Daftar itulah yang disahkan oleh Paus Pius V ketika beliau menetapkan Rosario sebagai doa yang sah (tahun 1569)


                                                                                                            Florentina

0 komentar:

Posting Komentar